demasatria.blogspot.co.id

Sabtu, 22 April 2017

PUISI SEPI


BERDUA DENGAN SEPI


Terik membakar hati
Lelah memandang  langit disana
Warna-warna yang tak jelas
Mengganggu mata ini
Masih aku bersyukur
Aku tidak sendiri
Berdua dengan sepi

Aku berteriak keras didalam hati
Mungkin tak terdengar
Atau terdengar sia-sia
Hanya aku yang mengerti
Suara keras ini
Berdua dengan sepi

Gelap tak terlihat
Padahal mentari tepat diatas kepala
Hanya terdiam aku
Mencari-cari
Apa yang sedang aku pikirkan
Atau hanya hayalan aku
Dibawah sang mentari
Berdua dengan sepi

Aku masih disini
Masih mencari-cari
Mencari-cari
Mengapa aku disini
Mengapa aku tidak pergi?
Masih bersama mimpi ini
Dan mimpi ini bersama bintang
Aku ingin pergi bersama mimpi
Menggaulinya di atas bintang
Namun aku masih disini
Berdua dengan sepi

Apakah mungkin
Berdua dengan sepi
Membawa aku terbang tinggi menggapai bintang
Atau mungkin sepi
Membawakan aku bintang
Dibawah matahari?
Tidak mungkin!
Tidak mungkin!
Mungkin aku hanya bermimpi
Dibawah matahari
Berdua dengan sepi


Jumat, 21 April 2017

MAHASISWA


"jati diri mahasiswa adalah…?”

Beranda hidup mahasiswa akan senantiasa dipenuhi kata dan kalimat anonim yang terlihat indah, akibat simpati kepada kalimat yang sering kita sebut “kata-kata mutiara” itu!.. tak jarang kita untuk “like”, “share”, bahkan “search” ketika sedang ingin unggah “setatus”. Benarkah?

Bagaimana dengan Al-Qur’an? Bagaimana dengan Al-Hadits? Kau simpan kah di “gadget” mu? Kau baca kah? Kau pahami kah? Berapa lama kau baca?.. padahal kata-kata dengan mutiara terbaik adalah Al-Qur’an.., padahal tingkah terbaik adalah Al-Hadits, kau baca itu.. kau tak perlu “search”, kau tak perlu “like” kalimat anonym, kau dapat pahala membacanya, pahala lebih jika memahaminya, lebih lagi jika mengamalkanya, dan lebih lagi ketika kau ajarkan itu kepada istrimu nanti, anakmu nanti, atau untuk membimbing orang tua mu.

Tidak salah “kata-kata mutiara” itu kamu baca tapi, jika ia menjadikan kamu lalai!!! Sadarlah.. kamu itu mahasiswa, kamu itu intelektual muda, kamu pintar, kamu bisa hitung mana yang lebih menguntungkan..
Hidup tidak sekali.. karena setelah ini pun kita hidup lagi, hijrahlah.. hijrahlah.. dan istiqamahlah

Oleh Dema Satria Abdi Persada
  Dari UIN RADEN INTAN LAMPUNG