demasatria.blogspot.co.id

Rabu, 14 Desember 2016

Maksimasi laba bagi perusahaan dalam pasar persaingan sempurna



BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Pada pasar ini kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran dapat bergerak secara leluasa. Ada pun harga yang terbentuk benar-benar mencerminkan keinginan produsen dan konsumen. Permintaan mencerminkan keinginan konsumen, sementara penawaran mencerminkan keinginan produsen atau penjual. Bentuk pasar persaingan murni terdapat terutama dalam bidang produksi dan perdagangan hasil-hasil pertanian seperti beras, terigu, kopra, dan minyak kelapa. Bentuk pasar ini terdapat pula perdagangan kecil dan penyelenggaraan jasa-jasa yang tidak memerlukan keahlian istimewa ( pertukangan, kerajinan ).
Dalam persaingan sempurna ini pembeli dan penjual berjumlah banyak. Artinya, jumlah pembeli dan jumlah penjual sedemikian besarnya, sehingga masing-masing pembeli dan penjual tidak mampu mempengaruhi harga pasar. Dengan demikian masing-masing pembeli dan penjual telah menerima tingkat harga yang terbentuk di pasar sebagai suatu datum atau fakta yang tidak dapat di ubah. Bagi pembeli, barang atau jasa yang ia beli merupakan bagian kecil dari keseluruhan jumlah pembelian masyarakat. Bagi penjual pun berlaku hal yang sama sehingga bila penjual menurunkan harga, ia Akan rugi sendiri, sedangkan bila menaikan harga. Maka pembeli akan lari penjual lainnya.


B.      Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan laba?
2.      Apa syarat memaksimumkan laba perusahaan?
3.      Bagaimana memaksimumkan laba jangka pendek dan jangka panjang?

C.      Tujuan Penulisan
1.     Untuk memahami serta mengetahui apa itu yang dimaksud dengan laba.
2.     Menguraikan syarat maksimalisasi laba perusahaan.
3.     Memahami cara memaksimalkan laba jangka pendek dan jangka panjang.









BAB I
PEMBAHASAN

A.           PEMAKSIMUMAN KEUNTUNGAN JANGKA PENDEK
Laba adalah perbedaan antara pendapatan yang direalisasikan yang timbul dari transaksi selama satu periode dengan biayaproduksi tersebut. Laba adalah angka yang penting dalam laporan keuangan karena berbagai alasan antara lain : karena penghitungan pajak, pedoman pengambilan keputusan dan investasi, serta sebagai dasar penilaian prestasi atau kinerja perusahaan.

1.      SYARAT PEMAKSIMUMAN KEUNTUNGAN
Di dalam jangka pendek, pemaksimuman untung oleh suatu perusahaan dapat diterangkan dengan dua cara berikut:[1]
a.       Membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total.
keuntungan ditentukan dengan menghitung dan membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total. Keuntungan adalah perbedaan antara hasil penjualan total yang diperoleh dengan biaya total yang dikeluarkan. Keuntungan akan mencapai maksimum apabila perbedaan perbedaan di antara keduanya adalah maksimum. Maka dengan cara yang pertama ini keuntungan maksimum akan dicapai apabila perbedaan nilai antara hasil penjualan total dengan biaya total adalah paling maksimum.

b.      Menunjukkan keadaan di mana hasil penjualan marginal sama dengan biaya marginal.
Cara yang kedua adalah dengan menggunakan bantuan kurva atau data biaya rata-rata dan biaya marginal. Pemaksimuman keuntungan dicapai pada tingkat produksi di mana hasil penjualan marginal(MR) sama dengan biaya marginal(MC) atau      MR = MC. Suatu perusahaan akan menambah keuntungan apabila menambah produksinya ketika MR > MC.
2.      JUMLAH PRODUKSI DAN BIAYA PRODUKSI
Tabel 1
Hasil gambar untuk jumlah produksi dan biaya produksi
Pada dasarnya data tersebut menjelaskan:[2]
a.       Dalam kolom(1) ditunjukkan berbagai jumlah produksi yang dapat dicapai.
b.       Kolom(2) menggambarkan biaya tetap total yaitu biaya yang dikeluarkan untuk membeli input tetap ynga di gunakan dalam proses produksi.
c.        Kolom(3) menunjukkan biaya tetap biaya berubah total yaitu semua biaya yang dibelanjakan untuk membeli input berubah (tenaga kerja).
d.       Dengan menjumlahkan biaya tetap total dengan biaya berubah total diperoleh biaya total, yaitu seperti ditunjukkan dalam kolom (4).
e.        Kolom (5) menunjukkan biaya marginal, yaitu tambahan biaya yang perlu dikeluarkan untuk menambah satu unit produks.
f.        Kolom (6) menunjukkan biaya tetap rata-rata, yaitu biaya tetap dibagi dengan jumlah produksi.
g.        Kolom (7) menunjukkan biaya berubah rata-rata, yaitu biaya berubah total dibagi jumlah produksi.
h.       Biaya total ditunjukkan dalam kolam (8), biaya ini menunjukkan biaya per unit untuk menghasilkan barang.
Ciri-ciri kurva berbagai jenis biaya adalah:
a.       Biaya berubah total mula-mula mengalami kenaikan yang lambat, akan tetapi setelah satu tingkat produksi tertentu kenaikannya makin lama makin cepat.
b.       Biaya total mempunyai sifat yang sama dengan biaya berubah total.
c.        Biaya tetap rata-rata semakin lama semakin kecil.
d.       Biaya berubah rata-rata , biaya total rata-rata dan biaya marginal mempunyai sifat yang sama. Pada tingkat produksi yang rendah ketiga jenis biaya tersebut semakin menurun apabila produksi meningkat, tetapi pada produksi yang lebih tinggi apabila produksi ditambah.
3.      JUMLAH PRODUKSI DAN HASIL PENJUALAN
Tabel 2
Produksi dan Penjualan (ribu rupiah)
Jumlah produksi (Q)
(1)
Harga (P)
(2)
Hasil penjualan total (TR = PxQ)
(3)
Hasil penjualan total rata-rata (AR)
(4)
Hasil penjualan marginal (MR)
(5)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
300
450
600
750
900
1050
1200
1350
1500
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
Data dan informasi yang digambarkan adalah sebagai berikut:[3]
a.       Data dalam kolom (1) menggambarkan jumlah produksi yang dapat dicapai.
b.       Kolom (2) menunjukkan tingkat harga barang yang diproduksi. Harga seunit tetap Rp.150 ribu karena produsen tersebut berada di pasar persaingan sempurna.
c.        Kolom (3) menunjukkan hasil penjualan total yang akan diterima produsen pada berbagai tingkat produksi.
TR = P x Q
TR = jumlah hasil penjualan
            P = tingkat harga
            Q = jumlah produksi
d.       Kolom (4) menunjukkan hasil penjualan rata-rata. Telah diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga adalah tetap, walau berapapun jumlah produksi yang dilakukan, oleh sebab itu penjualan rata ( AR ) = P
e.        Kolom (5) menunjukkan hasil penjualan marginal, yaitu tambahan hasil penjualan yang disebabkan oleh pertambahan seunit barang yang dijual. Oleh karena harga adalah tetap, maka hasil penjualan marginal adalah sama dengan tingkat harga.

4.      MENENTUKAN KEUNTUNGAN MAKSIMUM
Hasil Penjualan Total, Biaya Total dan Keuntungan merupakan cara paling mudah untuk menentukan tingkat produksi yang akan memaksimumkan keuntungan. Untuk menentukan keadaan tersebut yang perlu dilakukan adalah:
Tabel 3
Produksi
Harga penjualan
Biaya produksi
Keuntungan
0
-
100
-100
1
150
200
-50
2
300
280
20
3
450
340
110
4
600
380
220
5
750
400
350
6
900
480
420
7
1050
630
420
8
1200
880
320
a.       Membandingkan hasil penjualan totaldan biaya total pada setiap tingkat produksi.
b.       Menentukan tingkat produksi di man hasil penjualan total melebihi biaya total pada jumlah yang paling maksimum.
c.        Keuntungan = hasil penjualan total –biaya produksi total
5.      GRAFIK PEMAKSIMUMAN KEUNTUNGAN JANGKA PENDEK
            Grafik pemaksimuman keuntungan oleh suatu perusahaan dapat ditunjukkan dengan dua cara, yaitu:
a.       PENDEKATAN BIAYA TOTAL HASIL PENJUALAN TOTAL
Kurva TC (biaya total) dan TR(hasil penjualan total) dibuat berdasarkan data yang terdapat dalam table 11.1 dan 11.2. kurva TC bermula di atas kurva TR dan ini terus berlangsung sehingga tingkat produksi hamper 2 unit. Keadaan di mana kurva TC berada di atas kurva TR menggambarkan bahwa perusahaan mengalami kerugian. Pada waktu produksi mencapai di antara 2 sampai 9 unit kurva TC berada di bawah kurva TR dan ini menggambarkan bahwa perusahaan memperoleh keuntungan.
Hasil gambar untuk kurva PENDEKATAN BIAYA TOTAL HASIL PENJUALAN TOTAL(
Apabila dibuat garis tegak di antara TC dan TR, garis tegak yang terpanjang yaitu pada keadaan dimana produksi adalah 7  unit, menggambarkan keuntungan yang paling maksimum. Apabila produksi mencapai 10 unit atau lebih, kurva TC akan berada di atas kurva TR kembali, yang berarti perusahaan akan mengalami kerugian. Perpotongan antara TC dan TR dinamakan titik impas (BEP).

b.      PENDEKATAN BIAYA MARGINAL-HASIL PENJUALAN MARGINAL
Hasil gambar untuk PENDEKATAN BIAYA MARJINAL-HASIL PENJUALAN MARGINAL
Kegiatan perusahaan mencapai keuntungan maksimum apabila pada jumlah produksi tercapai keadaan di mana MC=MR. Dengan demikian perusahaan mencapai keuntungan maksimum apabila produksi adalah 7 unit.
Walaupun setiap perusahaan akan berusaha untuk memaksimumkan keuntungan, tidaklah berarti bahwa setiap perusahaan akan selalu mendapat untung dalam kegiatannya. Dalam jangka pendek terdapat empat kemungkinan dalam corak keuntungan atau kerugian perusahaan:
1)       Mendapat untung yang luar biasa
2)       Mendapat untung normal
3)       Mengalami kerugian tetapi masih dapat membayar biaya berubah
4)       Dalam keadaan menutup atau membubarkan perusahaan.
B.  KEUNTUNGAN JANGKA PANJANG: UNTUNG NORMAL
                Di dalam jangka panjang perusahaan-perusahaan tidak mungkin memperoleh keuntugan luar biasa (melebihi normal). Keuntungan luar biasa akan menarik perusahaan–perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri tersebut.
                Kemasukan mereka akan menambah penawaran, dan seterusnya pertambahan penawaran ini akan menurunkan harga. Penyesuaian seperti ini akan terus berlangsung sehingga tidak terdapat lagi keuntugan yang melebihi normal.
                Juga keadaan dimana perusahaan mengalami kerugian adalah merupakan keadaan yang sementara. Kerugian mendorong beberapa perusahaan untuk mengundurkan diri dari industri tersebut. Dalam jangka panjang perusahaan-perusahaan dalam persaingan sempurna cenderung untuk memperoleh keuntungan normal saja.[4]











DAFTAR PUSTAKA
Sukirno, sadono, Mikro ekonomi teori pengantar,jakarta: PT Raja grafindo persada, 1994
http://www.slideshare.net/chubbiembems/memaksimasi-profit-pada-pasar-persaingan-sempurna-analisis-jangka-pendek-dan-panjang


[1] Sukirno, sadono, Mikro ekonomi teori pengantar,jakarta: PT Raja grafindo persada, 1994. Hlm. 236
[3] Sukirno, sadono, Mikro ekonomi teori pengantar,jakarta: PT Raja grafindo persada, 1994. Hlm. 238

[4] http://www.slideshare.net/chubbiembems/memaksimasi-profit-pada-pasar-persaingan-sempurna-analisis-jangka-pendek-dan-panjang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar